“NERACA PEMBAYARAN INTERNASIONAL”
Guna Memenuhi Tugas PEREKONOMIAN INDONESIA
Nama Kelompok 5 :
1. Alvi
Anis Kurlillah
2. Dedi Bangun Setiono
3. Diana Fitria
4. Nur Ilmi Ma’rifata Aeni
5. Rizqi Amalia Novita Ayu Putri
6. Zahrotul Hayati
Progdi : Akuntansi II B
YAYASAN PENDIDIKAN PANCASAKTI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
Jl. Halmahera KM.1 Kota Tegal Telp/Fax (0283)351082
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya sehingga kami
dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “NERACA PEMBAYARAN
INTERNASIONAL”. Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang
diberikan dalam mata kuliah Pendidikan Ekonomi di Universitas Pancasakti Tegal.
Dalam
Penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis
penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu,
kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan
pembuatan makalah ini.
Dalam
penulisan makalah ini kami menyampaikan ucapan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah
ini, khususnya kepada Dosen kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk
kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini.
Tegal, Maret 2014
Tim Penulis
BAB. I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Kebijaksanaan neraca pembayaran dan
perdagangan luar negeri merupakan bagian yang integral dari keseluruhan
kebijaksanaan yang berlandaskan pada trilogi pembangunan dalam rangka
meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan seluruh rakyat yang merata dan adil
dan meletakkan landasan yang kuat untuk tumbuh dan berkembang atas kekuatan
sendiri.
Di samping menunjang laju pertumbuhan
ekonomi, neraca pembayaran harus dapat pula menunjang peningkatan kesempatan
kerja, pemerataan pendapatan masyarakat, penyebaran pembangunan ke daerah-daerah
serta pengendalian kestabilan, harga barang-barang kebutuhan pokok di dalam
negeri. Oleh karena itu, usaha-usaha untuk me-ngembangkan ekspor melalui
diversifikasi serta pengendalian impor guna menghemat, penggunaan devisa
melalui substitusi impor maupun untuk menjaga kestabilan harga di dalam negeri
tetap merupakan kebijaksanaan utama di bidang perdagangan luar negeri. Di
samping perkembangan ekspor dan impor barang dan jasa, kemantapan pada neraca
pembayaran dipengaruhi pula oleh kebijaksanaan di bidang lalu lintas modal dan
kebijaksanaan yang menyangkut pemeliharaan cadangan devisa.
B. TUJUAN
1. Untuk
mengetahui pengertian neraca pembayaran internasional
2. Untuk
mengetahui tujuan neraca pembayaran internasional
3. Untuk
mengetahui pos-pos neraca pembayaran internasional
4. Untuk
mengetahui cara-cara melakukan pembayaran internasional
BAB.
II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
NERACA PEMBAYARAN INTERNASIONAL
Pengertian Neraca pembayaran internasional adalah catatan dari semua
transaksi ekonomi internasional yang meliputi perdagangan, keuangan dan moneter
antara penduduk dalam negeri dengan penduduk luar negeri selama periode waktu
tertentu, biasanya satu tahun atau dikatakan sebagai laporan arus pembayaran
(keluar dan masuk) untuk suatu negara. Neraca pembayaran secara esensial
merupakan sistem akuntansi yang mengukur kinerja suatu negara. Pencatatan
transaksi dilakukan dengan pembukuan berpasangan (double-entry bookkeeping
system), yaitu; tiap transaksi dicatat satu sebagai kredit dan satu lagi sebagai
debit.
Transaksi yang dicatat sebagai kredit adalah arus masuk valuta. arus masuk
valuta adalah transaksi-transaksi yang mendatangkan valuta asing, yang
merupakan suatu peningkatan daya beli eksternal atau sumber dana. Sedangkan
transaksi yang dicatat sebagai debit adalah arus keluar valuta. Arus keluar
valuta adalah transaksi-transaksi pengeluaran yang membutuhkan valuta asing,
yang merupakan suatu penurunan daya beli eksternal atau penggunaan dana.
Tiap-tiap credit entry (bertanda positif) harus diseimbangkan (balanced)
dengan debit entry (bertanda negatif) yang sama. Kedua entries tersebut
dikombinasikan untuk menghasilkan laporan sumber-sumber dan penggunaan modal
nasional (dari mana kita memperoleh dana-dana/ daya beli, dan bagaimana kita
mengunakannya). Jadi, total kredit dan debit dari neraca pembayaran suatu
negara akan sama secara agregat; namun, dari komponen-komponen neraca
pembayaran, mungkin terdapat surplus dan defisit. Contoh : Suatu perusahaan RI
meminjam Poundsterling Inggris. Jelas, pinjaman ini merupakan peningkatan
hutang penduduk/perusahaan RI pada pihak luar negeri (Inggris). Pinjaman ini
merupakan suatu credit entry pada neraca pembayaran. Debit entry yang sama akan
diklasifikasikan sebagai suatu peningkatan dalam kepemilikan aset financial
luar negeri, yaitu rekening bank debitor RI (yang didenominasi) dalam sterling
merupakan suatu aset.Memiliki aset dalam valuta asing sama seperti memberikan
pinjaman jangka pendek kepada negara lain.
Balance of payment (Bop) atau neraca pembayaran (N/P) mencatat semua
tansaksi sebuah negara dengan negara lain, yang meliputi transaksi
internasional sebuah negara pada suatu periode tertentu, biasanya satu tahun.
Bop memiliki dua komponen utama, yaitu :
1.
Current account
(neraca berjalan), terdiri dari transaksi impor dan ekspor barang dan jasa.
Pada current account, ekspor dicatat sebagai kredit karena menghasilkan devisa
bagi negara. Sedangkan impor dicatat sebagai debit karena
“menghilangkan”/mengeluarkan devisa dari negara. Selain ekspor dan impor,
transaksi lain yang termasuk dalam current account adalah pembayaran faktor
(factor payment) dan unilateral transfers.
Adapun yang dimaksud dengan neraca berjalan adalah Adalah ringkasan arus dana antara suatu negara tertentu dengan negara-negara lain yang disebabkan oleh pembelian barang atau jasa, atau cadangan laba dalam bentuk asset keuangan.
Adapun yang dimaksud dengan neraca berjalan adalah Adalah ringkasan arus dana antara suatu negara tertentu dengan negara-negara lain yang disebabkan oleh pembelian barang atau jasa, atau cadangan laba dalam bentuk asset keuangan.
2.
Financial account (Neraca Modal), yang mencatat
transaksi aset finansial, transfer pembayaran, piutang maupun utang
internasional. Ini mencakup pencatatan akan FDI (foreign direct investment atau
Penanaman Modal Asing/PMA), pembayaran dividen, cicilan hutang, bunga atau
utang, pembelian surat berharga, saham, dan lain sebagainya. Financial account
mengukur devisa masuk dan keluar seperti pada current account, dimana transaksi
yang menghasilkan devisa dicatat sebagai kredit (capital inflow). Sebaliknya,
transaksi yang mengakibatkan devisa keluar dari suatu negara dicatat sebagai
debit (capital outflow).
Adapun yang dimaksud dengan neraca modal adalah ringkasan arus dana yang berasal dari penjualan asset antara satu Negara tertentu dengan negara-negara lain selama suatu periode tertentu.
Adapun yang dimaksud dengan neraca modal adalah ringkasan arus dana yang berasal dari penjualan asset antara satu Negara tertentu dengan negara-negara lain selama suatu periode tertentu.
B.
TUJUAN NERACA
PEMBAYARAN INTERNASIONAL
Penyusunan neraca pembayaran mempunyai beberapa tujuan, yaitu sebagai
berikut :
1.
Sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk
mengambil langkah-langkah di bidang ekonomi. Bidang ekonomi di sini termasuk
ekspor dan impor, hubungan utang piutang, hubungan penanaman modal, dan
hubungan lainnya yang menyangkut neraca pembayaran.
2.
Sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk
mengambil kebijkan di bidang moneter dan fiscal.
3.
Sebagai bahan pertimbnagan bagi pemerintah untuk
mengetahui pengaruh hubungan ekonomi internasional terhadap pendapatan nasional.
4.
Sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk
mengambil kebijakn di bidang politik perdagangan Internasional.
C. POS-POS
NERACA PEMBAYARAN
Pos-pos
neraca pembayaran dapat dibedakan menjadi 8, antara lain yaitu :
1.
Pos Transaksi Dagang
Pos transaksi dagang yaitu mencatat
seluruh ekspor dan impor barang dan jasa. Impor barang dan jasa dicatat di
sebelah debet, sedangkan ekspor barang dan jasa dicatat di sebelah kredit.
Apabila pos ini meliputi barang-barang yang berwujud atau nyata disebut sebagai
transaksi dagang nyata (visible trade transaction), sebaliknya jika meliputi
barang-barang yang tidak nyata atau transaksi jasa (invisible trade
transaction). Contohnya ekspor kopi Indonesia ke luar negeri dijumpai dalam pos
transaksi dagang yang nyata pada sebelah kredit neraca pembayaran Indonesia.
Sebaliknya apabila orang Malaysia yang menaiki pesawat Garuda Indonesia Airways
dari Kuala Lumpur ke Jakarta, pos transaksinya termasuk dalam transaksi jasa di
sebelah kredit.
Dalam pos transaksi jasa (invisible
trade transaction) termasuk juga biaya-biaya transport lainnya dan semua
pengeluaran turis asing. Transaksi jasa lainnya ialah langganan
publikasi-publikasi luar negeri, sewa tanah, dan sewa bangunan. Impor ekspor
emas sebagai barang dagangan yang biasanya dipergunakan untuk bahan pembuatan
perhiasan dimasukkan ke dalam pos transaksi dagang yang nyata, sebaliknya impor
ekspor emas dalam arti moneter atau berfungsi sebagai uang tidak akan
dimasukkan ke dalam pos transaksi dagang yang nyata, tetapi akan dimasukkan ke
dalam pos tersendiri.
Dalam pos transaksi dagang nyata
(visible trade transaction) termasuk pula pengeluaran-pengeluaran pemerintah
yang belum termasuk dalam pos-pos lainnya, seperti gaji pegawai asing di luar
negeri.
2.
Pos Pendapatan Modal
Pos pendapatan modal (income on
investment) adalah semua transaksi penerimaan hasil modal penduduk yang ditanam
di luar negeri, dan penerimaan pendapatan oleh penduduk negara lain yang
menanam modalnya di dalam negeri. Umumnya berbentuk keuntungan deviden dan
bunga. Keuntungan, dividen dan bunga yang diterima dari hasil penanaman modal
di luar negeri dalam neraca pembayaran akan terlihat pada transaksi kredit,
dalam pos pendapatan modal. Sebaliknya, keuntungan, deviden dan bunga yang
dikirim ke luar negeri, sebagai hasil dari penanaman modal di dalam negeri
kita, akan ditemui dalam transaksi debet pada pos pendapatan modal.
3.
Pos Transaksi-transaksi Unilateral
Transaksi unilateral (unilateral
transaction), antara lain termasuk di dalamnya hadiah (gift), bantuan (aids),
dan transfer unilateral (unilateral transfer).
a.
Transaksi hadiah berbeda dengan transaksi lain.
Transaksi ini tidak mengakibatkan timbulnya kewajiban bagi si penerima untuk
membayar harga hadiah yang telah diterima tersebut. Begitu juga bagi si pemberi
hadiah, transaksi penyerahan barang tidak menimbulkan hak baginya untuk
menerima pembayaran. Transaksi yang tidak menimbulkan hak dan kewajiban ini
disebut sebagai transaksi unilateral (unilateral transaction), atau sering pula
disebut sebagai transaksi sepihak (one way transaction), atau “transaksi tanpa
quit pro quo”, dimana suatu prestasi tidak diimbangi dengan prestasi balasan.
b.
Bantuan (aids) yang sering kita jumpai dalam
pemberitaan media massa, seperti bantuan makanan dan obat-obatan ke negara-negara
tertentu yang sedang dilanda bencana alam juga termasuk transaksi sepihak.
c.
Pos transaksi transfer unilateral adalah pos
pengimbang dari transaksi unilateral atau transaksi sepihak. Untuk mengimbangi
transaksi sepeihak debet atau kredit, maka pos transfer akan menjadi debet dan
kredit.
4.
Pos Penanaman Modal Langsung
Yang tergolong dalam pos penanaman modal langsung (direct investment),
ialah seluruh transaksi yang berhubungan dengan jual beli saham atau perusahaan
antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain, termasuk dalam hal
ini adalah penanaman modal langsung oleh penduduk suatu negara seperti
mendirikan perusahan baru di negara lain.
Bila terjadi pembelian saham atau pembelian perusahaan oleh penduduk suatu negara dari penduduk negara lain, maka pos penanaman modal langsung akan di debet. Sebaliknya akan di kredit jika terjadi penjualan saham kepada penduduk negara lain atau ada penduduk negara lain yang mendirikaan perusahaan di dalam negeri.
Bila terjadi pembelian saham atau pembelian perusahaan oleh penduduk suatu negara dari penduduk negara lain, maka pos penanaman modal langsung akan di debet. Sebaliknya akan di kredit jika terjadi penjualan saham kepada penduduk negara lain atau ada penduduk negara lain yang mendirikaan perusahaan di dalam negeri.
5.
Pos Hutang Piutang Jangka Panjang
Pos hutang piutang jangka panjang (long term loan), meliputi kredit yang
jangkanya lebih dari satu tahun. Termasuk juga di dalamnya jual beli surat
obligasi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain. Penjualan
obligasi oleh penduduk Indonesia kepada penduduk negara lain, akan terlihat
dalam pos hutang piutang jangka panjang dalam neraca pembayaran Indonesia di
sebelah kredit, sebaliknya akan terlihat di debet pos hutang piutang jangka
panjang apabila penduduk Indonesia membeli obligasi dari penduduk negara lain.
Pos hutang piutang jangka panjang ini dipisahkan menjadi dua bagian:
a. Pos hutang piutang jangka panjang pemerintah (official long term loan)
b. Pos hutang piutang jangka panjang swasta (private long term loan)
a. Pos hutang piutang jangka panjang pemerintah (official long term loan)
b. Pos hutang piutang jangka panjang swasta (private long term loan)
6.
Pos Hutang Piutang Jangka Pendek
Hutang piutang jangka pendek (short term loan) merupakan kredit yang jangka
waktunya kurang dari satu tahun. Umumnya terdiri dari penarikan dan pembayaran
surat-surat wesel. Hal-hal lainnya sama dengan pos hutang piutang jangka
panjang. Pos hutang piutang jangka pendek sering diusahakan menjadi :
a. Pos hutang piutang jangka pendek pemerintah (official short term loan)
b. Pos hutang piutang jangka pendek swasta (private short term loan)
7.
Pos Sektor Moneter
Pos sektor moneter (monetary sector)
atau biasa disebut lalu-lintas moneter (Monetary Acomodating) pada dasarnya
adalah transaksi-transaksi pembayaran. Pembayaran itu meliputi
pembayaran-pembayaran terhadap transaksi-transaksi yang tercatat dalam rekening
berjalan (current account), seperti transaksi-transaksi perdagangan, pendapatan
modal dan transfer unilateral. Di samping itu termasuk pula transaksi-transaksi
penanaman modal langsung (investment account), seperti hutang piutang jangka
panjang dan hutang piutang jangka pendek bukan moneter. Jika pengeluaran
current account dan investment account lebih besar dari penerimaan pada current
account dan investment account, maka akan terdapat suatu perbedaan tersebut
merupakan defisit yang harus ditutup dengan saldo kredit pada pos sektor moneter
(monetary sector) atau sering juga disebut sebagai neraca pembayaran sektor moneter
(monetary sector account).
8.
Pos Selisih Perhitungan (Errors and Omissions)
Pos ini merupakan pos penyeimbang
apabila nilai transaksi-transaksi kredit tidak sama dengan nilai
transaksi-transaksi debet. Dengan adanya pos selisih perhitungan ini, maka
jumlah total nilai sebelah kredit dan debet dalam neraca pembayaran internasional
akan selalu sama (balance).
D. Cara-cara
melakukan Pembayaran internasional
Dalam
melakukan pembayaran transaksi ekonomi luar negeri, dapat digunakan beberapa
cara, antara lain :
1.
Cash
2.
Open Account
3.
Commercial Bill
of
4.
Letter of
Credit
5.
Clean Letter of Credit
Dalam L/C
ini tidak dicantumkan syarat-syarat lain untuk penarikan suatu wesel. Artinya,
tidak diperlukan dokumen-dokumen lainnya, bahkan pengambilan uang dari kredit
yang tersedia dapat dilakukan dengan penyerahan kuitansi biasa.
Documentary Letter of Credit Penarikan uang atau kredit yang tersedia harus dilengkapi dengan dokumen-dokumenlain sebagaimana disebut dalam syarat-syarat dari L/C. Documentary L/C dengan Red ClauseJenis L/C ini, penerima L/C (beneficiary) diberi hak untuk menarik sebagian dari jumlahL/C yang tersedia dengan penyerahan kuitansi biasa atau dengan penarikan wesel tanpamemerlukan dokumen lainnya, sedangkan sisanya dilaksanakan seperti dalam hal documentary L/C.
Documentary Letter of Credit Penarikan uang atau kredit yang tersedia harus dilengkapi dengan dokumen-dokumenlain sebagaimana disebut dalam syarat-syarat dari L/C. Documentary L/C dengan Red ClauseJenis L/C ini, penerima L/C (beneficiary) diberi hak untuk menarik sebagian dari jumlahL/C yang tersedia dengan penyerahan kuitansi biasa atau dengan penarikan wesel tanpamemerlukan dokumen lainnya, sedangkan sisanya dilaksanakan seperti dalam hal documentary L/C.
BAB.
III
KESIMPULAN
Jadi dari pembahasan diatas dapat
diperoleh kesimpulan bahwa Neraca pembayaran internasional adalah catatan dari
semua transaksi ekonomi internasional yang meliputi perdagangan, keuangan dan
moneter antara penduduk dalam negeri dengan penduduk luar negeri selama periode
waktu tertentu, biasanya satu tahun atau dikatakan sebagai laporan arus
pembayaran (keluar dan masuk) untuk suatu negara. Pencatatan
transaksi dilakukan dengan pembukuan berpasangan (double-entry bookkeeping
system), yaitu; tiap transaksi dicatat satu sebagai kredit dan debet.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar