
“USAHA KRIPIK SINGKONG VARIAN RASA
SEBAGAI USAHA PENINGKATAN NILAI SINGKONG DAN USAHA PRODUKSI MASYARAKAT”
Nama
Kelompok :
1. Rizqi Amalia Novita
Ayu Putri
2. Zahrotul Hayati
3. Nur Ilmi Ma’rifata
Eni
Progdi : Akuntansi II B
YAYASAN
PENDIDIKAN PANCASAKTI
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
PANCASAKTI TEGAL
Jl.
Halmahera KM.1 Kota Tegal Telp/Fax (0283)351082
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami penjatkan kehadirat
Allah SWT, yang atas rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan
makalah yang berjudul “USAHA
KRIPIK SINGKONG VARIAN RASA SEBAGAI USAHA PENINGKATAN NILAI SINGKONG DAN USAHA
PRODUKSI MASYARAKAT” Penulisan
makalah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam mata kuliah Pengantar
Hukum Bisnis di Universitas Pancasakti Tegal.
Dalam
Penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis
penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu,
kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan
pembuatan makalah ini.
Dalam
penulisan makalah ini kami menyampaikan ucapan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah
ini, khususnya kepada Dosen kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk
kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini.
Tegal, April 2014
Tim Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
...............................................................................................................
i
KATA PENGANTAR
............................................................................................................
ii
DAFTAR ISI ..........................................................................................................................
iii
BAB. I PENDAHULUAN
1.A. LATAR BELAKANG
...................................................................................................
1
1.B. TUJUAN
........................................................................................................................
1
BAB. II POKOK MASALAH
............................................................................................. 2
BAB. III PEMBAHASAN
...................................................................................................
3
3.A. KRITERIA SINGKONG YANG BAIK UNTUK BAHAN PEMBUATAN KRIPIK SINGKONG
..............................................................................................................
3
3.B. CARA PEMBUATAN KRIPIK SINGKONG
........................................................ 4
3.C. CARA MEMBUAT
KONSUMEN TERTARIK DENGAN KRIPIK
SINGKONG VARIAN RASA
.......................................................................................................
5
BAB. IV KESIMPULAN DAN SARAN
4.A. KESIMPULAN
.................................................................................................
6
4.B. SARAN
............................................................................................................
6
BAB. V PENUTUP
................................................................................................. 7
BAB. VI DAFTAR
PUSTAKA
................................................................................
8
BAB. I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Keripik singkong adalah makanan ringan yang terbuat dari singkong
yang diiris tipis kemudian digoreng dengan menggunakan minyak goreng. Biasanya
rasanya adalah asin dengan aroma bawang yang gurih. Kripik singkong merupakan salah satu
produk makanan ringan yang banyak digemari konsumen. Rasanya yang renyah dan
murahnya harga yang ditawarkan menjadikan produk tersebut sebagai alternatif
tepat untuk menemani waktu santai bersama rekan dan keluarga.
Seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen, kini keripik singkong
mulai diinovasikan berbagai varian rasa, seperti keripik singkong pedas dengan
beberapa tingkatan level. Meskipun trend tersebut belum lama dikenal masyarakat
luas, namun perkembangannya sudah sangat pesat, sehingga banyak produsen
keripik singkong mulai beralih jalur dengan menambahkan berbagai varian rasa pada
produk keripik yang diciptakannya.
Sejatinya, produk keripik singkong varian bukan barang baru bagi masyarakat
Indonesia. Namun dengan menambahkan sedikit inovasi dalam hal peningkatan rasa
yang ditawarkan, kini keripik tersebut banyak dicari konsumen dan menjadi salah
satu peluang bisnis menarik yang menjanjikan untung besar bagi pelakunya.
Rata-rata penggemar kripik singkong adalah kalangan remaja atau anak muda. Ini
menjadikan sebagai target pasar yang sangat potensial, dengan cara menawarkan
beberapa varian rasa untuk memenuhi permintaan para konsumen.
B.
TUJUAN
Tujuan dari pembuatan
usaha ini adalah sebagai berikut :
1.
Merintis usaha
yang inovatif melalui usaha pengolahan kripik singkong
2.
Dapat
memasarkan produk kripik singkong sebagai produk unggulan.
3.
Menumbuhkan jiwa wirausaha di masyarakat daerah
tersebut.
4.
Sebagai alternatif mengkonsumsi
olahan singkong yang bervarian rasa.
5.
Dapat menunjukkan bahwa usaha ini sangat cocok untuk dijalankan mengingat besarnya potensi sumber daya yang ada di daerah
tersebut.
BAB. II
POKOK MASALAH
Pokok masalah dari usaha ini adalah sebagai berikut :
1. Apa kriteria singkong yang baik untuk bahan pembuatan kripik singkong ?
Ada beberapa jenis singkong
yang dikembangkan di Indonesia. Jenis atau varietas singkong digolongkan
berdasarkan kadar asam sianida yang dikandungnya. Ada jenis singkong manis dan
singkong pahit. Singkong manis dapat digunakan langsung karena mempunyai kadar
asam sianida relatif rendah.
2. Bagaimana cara pembuatan keripik singkong ?
Pembuatan keripik singkong
sangat sederhana dan tidak dibutuhkan keahlian khusus, tetapi perlu
diperhatikan dalam memilih singkong dan teknik pembuatannya. Apabila
menggunakan bahan singkong yang berkualitas baik dan juga teknik pembuatan yang
baik, maka akan menghasilkan keripik singkong yang enak dan renyah.
3. Bagaimana membuat konsumen tertarik
dengan kripik
Singkong varian rasa ?
Dengan adanya
kreatifitas rasa kripik singkong divariankan dengan rasa-rasa yang berbeda,
seperti rasa barbeque, pizza, jagung bakar, jagung manis, pedas, asin manis,
keju dan lain sebagainya mampu menarik konsumen masyarakat luas.
BAB. III
PEMBAHASAN
A.
KRITERIA
SINGKONG YANG BAIK UNTUK BAHAN PEMBUATAN KRIPIK SINGKONG
Singkong lebih dikenal sebagai ketela pohon atau
ubi kayu. Secara keseluruhan tumbuhan ini telah dimanfaatkan, baik daun maupun
akarnya. Bagian akar disebut juga umbi, dengan dagingnya berwarna putih atau
kekuning-kuningan bila dalam keadaan segar. Umbi singkong tidak tahan disimpan
lama tanpa perlakuan khusus setelah dipanen kurang lebih selama dua hari. Pada
saat itu, singkong telah mengandung racun yang ditandai oleh perubahan warna
daging buahnya menjadi biru gelap. Racun itu adalah asam sianida.
Ada beberapa jenis singkong
yang dikembangkan di Indonesia. Jenis atau varietas singkong digolongkan
berdasarkan kadar asam sianida yang dikandungnya. Ada jenis singkong manis dan
singkong pahit. Singkong manis dapat digunakan langsung karena mempunyai kadar
asam sianida relatif rendah. Yakni kadarnya di bawah 40 mg asam sianida per
kilogram (kg) umbi yang masih segar. Kadar sianida di bawah 40 mg dapat hilang
ketika singkong dibilas air atau dimasak sampai matang, sehingga tetap
menjadikan umbi singkong tidak dapat dikonsumsi secara langsung dalam keadaan
mentah. Untuk kelompok singkong manis, diantaranya gading, adira I, mangi,
betawi, metega, randu ranting, dan kaliki. Jenis singkong pahit mempunyai kadar
asam sianida di atas 50 mg/kg umbi segar. Umumnya digunakan untuk keperluan industri, seperti
industri tapioka. Golongan singkong pahit adalah basiorao, adira IV, muara, tapikuru, bogor, adira II,
dan SPP. Berdasarkan penelitian beberapa ahli, dikatakan bahwa semakin tinggi
kadar asam sianida dalam umbi, maka rasanya akan semakin pahit. Beberapa cara
telah diterapkan untuk mengurangi senyawa racun itu, seperti perebusan,
pemanasan, pengukusan, pencucian, dan pengeringan. Cara pencucian tergolong
efektif untuk mengurangi racun sianida
karena asam sianida mudah terlepas ke dalam air rendaman. Sementara cara
pengeringan dapat menguapkan senyawa beracun tersebut. ( Husniati, 2010)
Hal terpenting untuk
diperhatikan dalam menghidangkan aneka macam makanan dari bahan singkong yang
aman dari racun ini adalah memilih umbi singkong dari jenis singkong manis dan
melakukan proses pencucian seperti yang dianjurkan. Kadar asam sianida yang
rendah di bawah 40 mg/kg umbi segar relatif aman, tidak membahayakan kesehatan,
dan berasa manis. Karena itu, apabila mengkonsumsi umbi singkong dan beberapa
jenis umbi - umbi lain yang mengandung sianida, sebaiknya memilih jenis umbi
yang memiliki kadar asam sianida rendah dan masih dalam keadaan segar serta
memperhatikan cara pengolahan untuk menghilangkan racunnya.
Singkong memiliki banyak
manfaat dan khasiatnya bagi kesehatan manfaat singkong juga dikenal sebagai
umbi yang memiliki khasiat antioksidan, antikanker, antitumor, dan dapat
meningkatkan nafsu makan.tak hanya itu singkong juga mampu menyembuhkan beragam
penyakit.
B.
CARA PEMBUATAN KRIPIK SINGKONG
Pembuatan keripik singkong
sangat sederhana dan tidak dibutuhkan keahlian khusus, tetapi perlu
diperhatikan dalam memilih singkong dan teknik pembuatannya. Apabila
menggunakan bahan singkong yang berkualitas baik dan juga teknik pembuatan yang
baik, maka akan menghasilkan keripik singkong yang enak dan renyah. Singkong
yang baik untuk keripik adalah singkong yang masih muda yang berumur sekitar 3
bulan,tidak memiliki banyak serat, dan diolah ketika singkong masih dalam
keadaan segar.
Bahan-bahan yang diperlukan
dalam pembuatan keripik singkong adalah singkong, garam, bawang putih, air
kapur sirih, air dan minyak goreng. Tahap-tahap pembuatan keripik singkong
adalah sebagai berikut :
a.
Pengambilan
kripik singkong
Kripik singkong biasanya
terdapat dikebun atau ladang
b.
Pengupasan
singkong
Setelah sudah mendapat kan
singkong di kebun /ladang, singkong lalu di kupas kulit nya, kulit dan singkong
nya di pisah kan untuk mempermudah proses pencucian
c.
Pencucian
singkong
Setelah singkong dikupas dan sudah terpisah dari kulit nya, singkong dicuci
hingga bersih pencucian singkong dilakukan dengan cara di gosok atau diskat
sampai benar-benar bersih dan higenis
d.
Pemotongan
singkong
Setelah proses pencucian sudah
selesai kini tinggal proses pemotongan, potong singkong tipis-tipis untuk
mempermudah masak saat proses penggorengan
e.
Penggorengan
singkong
Tahap selanjutnya
penggorengan, setelah singkong di potong tipis-tipis lalu goreng singkong hingga berwarna kuning ke emasan, penggorengan dilakukan
kira-kira selama 3-5 menit
f.
Penaburan varian rasa
Tahap ini adalah tahap penyelesaian,
dimana keripik singkong yang tealh di goreng dan ditiriskan, maka taburkan
bumbu-bumbu yang di inginkan untuk siap dipasarkan.
C. CARA MEMBUAT
KONSUMEN TERTARIK DENGAN KRIPIK
SINGKONG VARIAN RASA
Dengan banyaknya usaha kripik singkong yang dikenal masyarakat, semakin
kecil peluang perusahaan kecil untuk mendapatkan konsumen yang tertarik dengan
hasil produksinya, maka semakin meningkatnya persaingan di pasaran tersebut.
Untuk itu agar dapat bersaing secara sehat, maka ketrampilan dan kreatifitas
dalam mengolah makanan harus selalu bervarian agar dapat diterima konsumen di
pasaran luas untuk mampu bersaing dengan produk olahan singkong yang lain
khususnya keripik singkong ini sendiri. Dan tentunya setiap kebutuhan konsumen
dalam pemenuhan hidupnya adalah peluang karena dapat di lihat dari sifat
manusia yang tidap cepat puas dengan kreatifitas makanan.
Maka dari itu dengan
adanya kreatifitas rasa kripik singkong divariankan dengan rasa-rasa yang
berbeda, seperti rasa barbeque, pizza, jagung bakar, jagung manis, pedas, asin
manis, keju dan lain sebagainya mampu menarik konsumen masyarakat luas.
BAB. IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Singkong yang baik untuk digunakan
sebagai bahan makanan adalah singkong manis, karena memiliki kadar asam sianida
yang relatif rendah sehingga tidak beracun jika dikonsumsi. Selain itu juga
harus diperhatikan dalam cara pengolahannya serta memilih singkong yang masih
segar untuk dijadikan bahan makanan.
Singkong dapat diolah menjadi
berbagai macam makanan, salah satunya adalah keripik singkong. Dalam proses
pembuatan keripik, ada beberapa tahap
yang harus dilakukan yaitu pemilihan, pencucian, pemotongan, penggorengan, dan
pengemasan.
Dalam membuat suatu usaha,
tujuan yang paling utama adalah memperoleh keuntungan. Dengan mengolah singkong
menjadi keripik singkong yang bervarian rasa akan diperoleh keuntungan yang lebih besar daripada menjual singkong
secara langsung tanpa proses pengolahan atau keripik singkong yang hanya
rasa asin/gurih. Dalam pembuatan usaha ini,
diperlukan modal yang lebih besar, namun keuntungan yang diperoleh juga lebih
besar, dan dari keuntungan tersebut, selain dapat digunakan untuk memenuhi
kebutuhan hidup, juga dapat digunakan untuk modal usaha selanjutnya. Sehingga
dengan usaha keripik singkong ini penghasilan akan meningkat.
B. SARAN
Kita harus memahami peluang - peluang usaha yang
ada disekitar. Dalam dunia agraris tentu banyak sekali hasil pertanian yang dapat
diolah menjadi produk lain yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Sehingga
dengan mengetahui cara pemanfaatan dari suatu hasil pertanian, kemudian
menerapkannya dalam suatu usaha, akan diperoleh keuntungan yang lebih besar dan
dapat meningkatkan penghasilan.
BAB. V
PENUTUP
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang
menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan
kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau
referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Terima Kasih pada semua pihak yang membantu kami dalam
menyelesaikan makalah ini juga sumber-sumber yang telah membantu kami dalam
melengkapi materi makalah ini.
Kami banyak berharap para pembaca yang budiman sudi
memberikan kritik dan saran yang membangun kepada kami demi sempurnanya makalah
ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga
makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman
pada umumnya
DAFTAR PUSTAKA
http://www.e-bookspdf.org/download/analisis-usaha-kripik-singkong.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar